Masjid Gedhe Kauman Jogja

Indonesia bukan hanya terkenal dengan sebutan negara maritim atau pun terkenal dengan gelar negara kepulauan. Indonesia juga terkenal dengan negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Menurut sensus pada tahun 2010, dari 237.641.326 sebanyak 87,18% nya ialah penduduk muslim. Maka bukan hal yang sulit untuk menemukan masjid, yang merupakan tempat ibadah umat islam, di Indonesia. Bahkan banyak sekali masjid di Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang sebagian orang mungkin tidak mengetahuinya. Salah satu masjid yang memiliki nilai sejarah, dan menjadi wisata religi di Kota Yogyakarta adalah Masjid Gedhe Kauman. Kamu tidak boleh melewatkan Masjid Kauman saat mengunjungi daerah Yogyakarta. Tempat ini menyimpan cerita sejarah yang mungkin belum kamu ketahui.

Sejarah Masjid Gedhe Kauman

Yogyakarta memang terkenal dengan Kraton Kesultanannya. Sejarah dari keberadaan Masjid Gedhe Kauman pun tidak bisa dilepaskan dari peran Kraton Kesultanan Yogyakarta tersebut. Masjid Gedhe Kauman berdiri 18 tahun setelah perjanjian Giyanti. Masjid ini didirikan pada tanggal 29 Mei 1773 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I bersama dengan Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat (penghulu kraton pertama), dan juga Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Masjid ini dibangun di atas tanah 4.000 meter persegi dengan luas bangunan 2.578 meter persegi. Masjid ini merupakan satu-satunya masjid raya di Indonesia yang berumur lebih dari 200 tahun sehingga masjid ini memiliki banyak potensi sejarah di dalamnya.

Pada masa itu, Masjid Gedhe Kauman menjadi tempat ibadah bagi keluarga raja dan rakyatnya. Masjid ini juga dikenal dengan Masjid Raya Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid Gedhe Kauman juga menjadi pelengkap Kerajaan Islam Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pada saat pembangunan awal, Masjid Kauman tidak memiliki gerbang dan baru pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono V, barulah dibangun gerbang yang sampai sekarang masih berdiri kokoh. Jadi jika dihitung,pembangunan gerbang ini sudah berselang 67 tahun sejak pembangunan pertama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Arsitektur Masjid Kauman

Arsitektur Masjid Kauman Jogja ini sangat kental dengan budaya Jawa Islam. Hal ini dapat kita lihat dari pola atap masjidnya yang mana menggunakan pola susun tiga seperti gaya tradisional Jawa. Pola ini juga bermakna tentang tiga tahapan pencapaian kesempurnaan hidup manusia, yaitu syariat, makrifat, dan hakikat.

Atap Masjid Kauman Jogja juga pada bagian ujung teratas lapisan atap terdapat mustaka berbentuk daun kluwih (sejenis buah sukun) yang memiliki maksa tentang keistimewaan bagi seseorang yang telah mencapai kesempurnaan hidup, dan ghada yang berbentuk alif seakan sebagai perlambang hanya Allah Yang Satu. Dan jika semua makna ini digabungkan akan bermakna bahwa orang yang telah menjalani syariat, makrifat, dan hakikat, hidupnya akan senantiasa dekat dengan Allah Yang Maha Esa.

Masjid Kauman Jogja juga memiliki ruang utama untuk shalat yang dilengkapi tempat imam memimpin shalat atau mihrab.pada samping kiri belakang mihrab, kamu akan mendapati maksura yang terbuat dari kayu jati bujur sangkar dengan lantai marmer yang lebih tinggi serta dilengkapi dengan sebuah tombak. Maksura sendiri difungsikan sebagai tempat pengamanan raja apabila Sri Sultan berkenan shalat berjamaah di Masjid Kauman. Mimbar pada masjid ini memiliki bentuk seperti singgasana berundak yang digunakan sebagai tempat bagi khotib dalam menyampaikan khotbah Jum’at. Mimbar ini terbuat dari kayu jati yang berhiaskan ukiran indah berupa tumbuh-tumbuhan dan bunga di prada emas. Di Masjid Kauman juga terdapat beberapa ruangan seperti pawestren (tempat khusus jamaah putri), yakihun (ruang khusus peristirahatan para ulama, khotib, dan merbot), ada juga blumbang (kolam), dan pastinya ada serambi masjid. Masjid Gedhe Kauman Jogja mampu menampung jamaah kurang lebih 1.500 jamaah. Jumlah pengurus masjid disini kurang lebih ada 52 orang, dan memiliki 3 imam masjid, dan 10 orang khotib.

Kegiatan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Selain digunakan untuk fungsi utamanya yaitu untuk tempat shalat berjamaah, Masjid Kauman Jogja ini digunakan untuk banyak kegiatan seperti kegiatan zakat, infaq, dan shodaqoh, ada juga koperasi masjid, tabligh akbar, pengajian rutin, kegiatan TPA, serta kegiatan belajar masyarakat.

Fasilitas Masjid Gedhe Kauman

Pengurus Masjid Kauman menyediakan berbagai fasilitas yang cukup memadai, seperti kamar mandi, tempat penitipan sendal dan sepatu, area parkir, dan kantor sekretariat. Masjid ini juga dilengkapi dengan perpustakaan, radio dakwah, multimedia, dan masih banyak lagi.

Jika kamu menggunakan sepeda atau motor, kamu bisa memarkirkannya di area dalam masjid melalui jalur selatan. Sedangkan bagi kamu yang membawa mobil maupun bis, kamu bisa memarkirkannya di depan pintu gerbang Masjid Kauman Yogyakarta.

Lokasi Masjid Gedhe Kauman

Masjid Kauman berlokasi di Jalan Kauman, Alun-alun Keraton Yogyakarta, Gondomanan, Yogyakarta.

Rute menuju Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Untuk kamu yang ingin berkunjung ke Masjid Kauman, lokasi Masjid ini tidak sulit untuk ditemukan karena lokasinya yang bersebelahan dengan Keraton Yogyakarta dan jarak antara keduanya pun tidak begitu jauh. Masjid Kauman juga berdekatan dengan berbagai pusat wisata Yogyakarta seperti Gedung Agung Yogyakarta, Jalan Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Taman Pintar.

Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke tempat wisata religi Masjid Kauman yang terletak di Yogyakarta. Atau mungkin ingin berkeliling mengunjungi berbagai macam wisata yang ada di Kota Yogyakarta, kamu bisa mencoba menggunakan paket wisata yang patinya akan mempermudahmu dalam menentukan pilihan destinasi. Kamu juga bisa memilih paket wisatamu sesuai kebutuhan dan budget liburanmu. Tersedia berbagai macam paket yang bisa kamu pilih. Untuk mendapatkan paket wisata yang murah, aman, dan pastinya sudah terpercaya, kamu bisa mengaksesnya di website Kartanesia tour.

Tidak sedikit orang berpikir bahwa menggunakan paket wisata akan membuatmu mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Padahal, kenyataannya dengan kamu menggunakan paket wisata, kamu akan lebih menghemat biaya karena biaya transportasinya bisa dibagi dengan 40-50 orang dalam sekali berangkat.

Dengan paket wisata jogja 3 hari 2 malam dari Kartanesia tour ini, waktu kamu juga akan lebih efektif sehingga kamu tidak akan kehabisan waktu untuk mengunjungi objek wisata lainnya. Kamu juga sudah di fasilitasi dengan penginapan untuk kamu bermalam dan beristirahat. Berikut beberapa paket yang bisa kamu nikmati di Kartanesia tour.

  • One Day Pack: Rp. 173.000,-
  • 2 Day 1 Night Pack: Rp. 830.000,-
  • 3 Day 2 Night Pack: Rp. 1.390.000,-
  • 4 Day 3 Night Pack: Rp. 2.000.000,-
  • 5 Day 4 Night Pack: Rp. 2.500.000,-
  • Honeymoon Pack: Rp. 3.500.000,-

Selain menyediakan paket wisata juga menyediakan jasa rental mobil jogja dengan berbagai macam pilihan dari mulai mobil Innova Reborn, sampai Toyota Alphard tersedia disana. Berikut daftar mobil yang bisa kamu pilih.

  • Toyota Alphard: Rp. 2000.000,-
  • Innova Reborn: Rp. 575.000,-
  • Grand New Avanza: Rp. 275.000,-
  • Fortuner VRZ: Rp. 1.500.000,-
  • Toyota Camry: Rp. 1.750.000,-
  • Honda Jazz: Rp. 375.000,-

Dan masih banyak lagi tipe mobil yang bisa kamu sewa sesuai dengan budget liburanmu. Tertarik mencoba?